Daftar 17 Gunung tertinggi di Jawa Tengah untuk pendakian, lengkap dengan ketinggian dan jalur pendakiannya

Selain Propinsi Jawa Timur, Propinsi Jawa Tengah dikenal juga sebagai tempat surganya bagi para pendaki gunung. Hal itu tidak lain karena di Jawa Tengah banyak terdapat gunung baik itu gunung berapi maupun gunung tidak berapi yang bisa kita jamahi keindahannya. Di Propinsi ini juga terdapat beberapa gunung yang letaknya tidak jauh satu dengan yang lainnya, sebagai contoh Gunung Merapi dengan Gunung Merbabu serta Gunung Sindoro dengan Gunung Sumbing. Rata-rata gunung-gunung yang letaknya berdekatan hanya dipisahkan oleh sebuah dataran tinggi atau kita mengenalnya sebagai “pelana”. 

Daftar 17 Gunung tertinggi di Jawa Tengah untuk pendakian


Bagi pendaki yang berasal dari luar daerah, dengan adanya gunung yang letaknya saling berdekatan, tentunya akan sangat menguntungkan. Apabila kamu mempunyai cukup waktu, kamu tentu saja bisa melakukan pendakian dua gunung sekaligus. Kegiatan ini banyak dilakukan oleh penggiat alam yang sudah profesional. Kamu juga bisa melakukannya, tapu tentu saja harus melalui persiapan fisik dan  membawa logistik  yang cukup. 



Gunung-gunung di Jawa Tengah memiliki berbagai karakteristik dan tingkat kesulitan pendakian yang berbeda-beda. Sebagai contoh Gunung Slamet. Gunung tertinggi nomor dua di Pulau Jawa ini memiliki hutan yang masih sangat rimbun. Bahkan sinar matahari tidak bisa menembus pepohonan yang ada dan mengakibatkan tanahnya sangat lembab. Berbeda dengan Gunung Merapi yang berada di perbatasan 3 kabupaten sekaligus. Gunung Merapi selain memiliki Kawasan hutan lindung, juga memiliki daerah yang sangat kering serta berpasir. Daerah tersebut dinamakan kawasan Pasar Bubrah. Memasuki Kawasan Pasar Bubrah, pendaki akan melihat ribuan ton material yang dihasilkan dari perut bumi dan dimuntahkan oleh Gunung Merapi. Masih banyak lagi gunung-gunung di Jawa Tengah yang unik dan layak kamu daki. Adapun Gunung di Jawa Tengah untuk pendakian, sudah Ruang Pendaki rangkum dan bias sebagai referensi pendakianmu :


1. Gunung Slamet ( 3.428 Mdpl )

Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi pertama di Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi no 2 di tanah Jawa setelah Gunung Semeru. Gunung ini dikenal sebagai gunung yang cukup angker. Banyak mitos berkembang di gunung ini, seperti mitos akan adanya pintu kerajaan gaib di pos Bambangan serta adanya makluk kecil yang mendiami gunung ini. 


Nama Slamet sendiri diartikan sebagai keselamatan. Dari beberapa sumber menyebutkan, bahwa penamaan Gunung Slamet diartikan sebagai  pembawa berkah serta keselamatan. Gunung ini jarang atau tidak pernah meletus hingga menyebabkan kerusakan yang parah serta memakan korban jiwa meskipun sampai dengan saat ini, gunung ini masih berstatus gunung yang aktif. Dari catatan sejarah, Gunung Slamet mempunyai banyak sebutan, diantaranya adalah Gunung Agung, serta ada pula yang menyebut Gunung Slamet sebagai gunung Gora. Gunung ini memiliki kawasan puncak yang sangat tandus. Di puncak Slamet terdapat kawah yang sangat luas yang bernama Segara Wedi atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai lautan pasir. Pendaki mungkin tidak akan bisa menemukan satupun pohon tumbuh pada ketinggian diatas 3.000 Mdpl. Yang ada hanyalah material vulkanik berupa lautan pasir dan kerikil.

Gunung Slamet mempunyai setidaknya 6 jalur pendakian untuk bisa sampai ke puncaknya. Adapun jalur pendakian Gunung Slamet diantaranya : Jalur Kaligua Bumiayu, Jalur Guci, Jalur Dukuhliwung, Jalur Kaliwadas, Jalur Baturaden serta yang terakhir adalah jalur Bambangan. Adapun jalur tercepat untuk bisa sampai puncak dan jalur alternatif para pendaki adalah Jalur Bambangan.  

2. Gunung Sumbing ( 3.371 Mdpl )

Gunung di Jawa Tengah selanjutnya dan menempati urutan ketiga gunung tertinggi di Tanah Jawa adalah Gunung Sumbing. Gunung Sumbing letaknya berdekatan dengan Gunung Sindoro dan terpisah oleh sebuah pelana yang disebut sebagai pelana Kledung. Bila kita kembali mengingat masa-masa di sekolah dasar, tentu kita masih ingat dengan pemandangan yang fenomenal yakni gambar dua buah gunung yang memiliki ketinggian sama dan terpisah jalan di bagian tengahnya. Hal itu bisa kita lihat pada Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang sekilas memiliki ukuran dan ketinggian yang hampir sama. 


Gunung Sumbing terkenal dengan jalur pendakiannya yang berat serta minim bonus. Gunung ini memiliki 2 puncak. Yang pertama adalah Puncak Buntu ( 3.362 Mdpl ) serta puncak sejati ( 3.371 Mdpl ). Para pendaki biasa mendaki sampai dengan Puncak Buntu karena untuk menuju ke Puncak Sejati medan yang dilalui sangat sulit karena curam dan berbatu. Melalui puncak sejati, apabila cuaca mendukung kamu bisa melihat hampir seluruh gunung yang berada di Propinsi Jawa Tengah. Gunung Sumbing memiliki beberapa jalur pendakian, diantaranya adalah : Jalur Garung, Jalur Cepit dan Jalur Bowongso. Bagi pendaki pemula yang ingin mendaki Gunung Sumbing lebih disarankan melakukan pendakian via Garung karena track ini bisa dikatakan lebih cepat bila dibandingkan dengan track yang lainnya. 

3. Gunung Lawu ( 3.265 Mdpl)

Gunung Lawu merupakan salah satu Gunung di Jawa Tengah yang letaknya berpatasan langsung dengan Propinsi Jawa Timur. Gunung yang memiliki ketinggian puncak 3.265 m dan ketinggian relatif 3.118 m ini termasuk gunung yang cocok didaki sekalipun oleh pendaki pemula. Di gunung ini terdapat beberapa tempat bersejarah, diantaranya adalah sumur Jolotundo yang konon tidak pernah kering meskipun musim kemarau serta petilasan Prabu Brawijaya V yang hidup pada masa kerajaan Majapahit. Konon, Prabu Brawijaya mengalami moksa di puncak Hargo Dalem. Sampai saat ini, tempat ini masih sering dikunjungi oleh beberapa orang yang memiliki tujuan khusus, terlebih pada malam satu suro.


Gunung Lawu memiliki setidaknya dua jalur pendakian yang sering dilewati. Yang pertama adalah jalur pendakian via Cemoro Sewu dan yang kedua adalah jalur pendakian via Candi Cetho. Jalur pendakian via Cemoro Sewu adalah jalur yang lebih mudah dilewati. Pendaki rata-rata memerlukan waktu 7-9 jam perjalanan untuk bisa sampai ke puncaknya. Selain melalui Cemoro Sewu, pendakian Gunung Lawu melalui Candi Cetho juga menawarkan pemandangan yang indah berupa padang rumput yang masih sangat alami. Bila pendaki ingin melakukan pendakian dengan suasana yang berbeda, pendaki bisa melakukan pendakian melalui Cemoro Sewu dan turun melalui Candi Cetho

4. Gunung Sindoro ( 3.150 Mdpl )

Gunung di Jawa Tengah selanjutnya yang bisa menjadi referensi pendakianmu  adalah Gunung Sindoro. Gunung ini memiliki beberapa sebutan, Sindara, Sundoro, adalah 2 sebutan untuk gunung yang memiliki padang edelweis ini. Gunung ini memiliki hutan yang cukup luas, beberapa hewan seperti babi hutan sering pendaki temui disini. Di beberapa pos pendakian bahkan seringkali kawanan babi hutan masuk dan mengacak-acak tenda serta logistik para pendaki.  


Gunung Sindoro termasuk gunung yang masih aktif. Gunung ini terakhir mengalami letusan tahun 1970. Setelah itu, tidak ada aktivitas yang signifikan yang ditunjukkan oleh gunung ini. Gunung Sindoro memiliki beberapa jalur pendakian. Salah satu jalur pendakian yang ramai dilalui oleh pendaki adalah jalur pendakian Gunung Sindoro via Kledung. Gunung Sindoro mempunyai kawah yang disertai jurang dan apat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung. Kawah terbesar disebut Kembang. Sebuah kubah lava kecil menempati puncak gunung berapi. Di Puncak Gunung Sindoro kita bisa melihat puncak-puncak gunung lainnya di Jawa Tengah, seperti Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet.


5. Gunung Merbabu ( 3.145 Mdpl )

Gunung Merbabu merupakan salah satu dari 7 Gunung di Jawa Tengah untuk pendaki pemula yang terletak di 3 Kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Magelang, Boyolali dan Kabupaten Semarang. Gunung ini memiliki track yang cukup landai dan memiliki banyak bonus. Sehingga cukup aman didaki meskipun untuk pendaki pemula. Gunung Merbabu memiliki 3 puncak utama, yakni puncak Triangulasi, Puncak Kentheng Songo dan Puncak Syarif. Gunung Merbabu selain terkenal dengan gunung yang ramah bagi pendaki pemula juga terkenal dengan keindahan padang rumput atau kita mengenalnya sebagai sabana. Jika kamu beruntung saat mendaki gunung ini melalui Jalur Suwanting, kamu bisa melihat hamparan bunga Edelweis yang sedang bermekaran. Dari Gunung Merbabu kamu juga bisa melihat indahnya Gunung Merapi dengan puncaknya yang menganga.

Gunung Merbabu setidaknya memiliki 3 jalur pendakian terfavorit. Yang pertama adalah jalur pendakian via Selo, Jalur pendakian via Suwanting dan Jalur pendakian via Wekas. Jalur yang paling banyak dilewati adalah jalur pendakian via Selo, dan jalur yang terekstrim adalah jalur pendakian Gunung Merbabu via Wekas dengan adanya jembatan setannya.   


6. Gunung Merapi ( 2.930 Mdpl )

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung teraktif di dunia dan terletak di Kabupaten Sleman, Boyolali, dan Klaten Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian kurang dari 3.000 Mdpl yakni 2.930. Gunung Merapi bagi masyarakat yang tinggal di daerah lereng Merapi merupakan sumber berkah. Bagaimana tidak, gunung ini sangat berjasa dalam menyuburkan tanah berkat abu vulkanik yang dihasilkannya. Gunung ini juga menghasilkan material dalam jumlah yang sangat banyak.



Gunung Merapi cukup berbahaya karena setiap lima tahun sekali mengalami erupsi dan dikelilingi oleh pemukiman yang cukup padat. Sejak tahun 1548 gunung ini tercatat sudah meletus sebanyak 68 kali dan secara keseluruhan telah meletus sebanyak 100 x. Kota Yogyakarta merupakan kota yang paling dekat dengan gunung Merapi karena hanya berjarak sekitar 27 km dan beberapa desa yang masih dalam wilayah administratifnya ada yang dekat dengan puncak Merapi yakni pada ketinggian 1.700 MDPL atau hanya berjarak 4 km dari puncak gunung Merapi. 

Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang populer, tidak hanya di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah saja, pendaki yang mendaki gunung Merapi juga banyak berdatangan dari daerah-daerah lai seperti dari Jawa Barat, Jawa Timur dan kota-kota besar lainnya di wilayah Pulau Jawa. Jalur pendakian yang paling umum dan paling dekat adalah jalur melalui sisi utara yakni melalui Kecamatan Selo. 

  1. Jalur pendakian Merapi via Selo. Selo merupakan satu kecamatan di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.
  2. Jalur pendakian melalui Kaliurang. Kaliurang merupakan daerah yang terletak di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalur ini merupakan jalur lama, dan jalur yang saat ini sudah sangat jarang dilewati dikarenakan jalur ini memiliki track yang sangat terjal dan akan sangat memakan waktu untuk dapat mencapai puncaknya. Untuk mencapai puncak Merapi apabila anda melalui jalur ini maka anda akan membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 6-7 jam.
  3. Jalur pendakian Melalui Sawangan Magelang. Sama seperti jalur pendakian melalui Kaliurang Pakem, jalur pendakian via Sawangan Magelang saat ini juga tidak dianjurkan, mengingat banyaknya material berupa lahar dingin yang mengarah di sekitar jalur ini tentu akan membahayakan para pendaki yang melaluinya.
  4. Jalur pendakian via Deles Klaten. Jalur pendakian gunung Merapi melalui Klaten bisa kita tempuh melalui desa Deles Indah. Jalur ini juga sangat jarang dilalui mengingat akses menuju desa Deles yang berada di kecamatan Kemalang Klaten juga cukup sulit. Untuk dapat mencapai puncak jika anda melakukan pendakian Via Deles Klaten maka anda harus melewati gunung “Bibi” terlebih dahulu, gunung Bibi merupakan sebuah gunung ( bukit ) kecil yang berada di bagian tenggara dari puncak gunung Merapi.
Gunung Merapi merupakan gunung yang tidak pernah sepi oleh pendaki gunung. Dahulu, kita dapat melakukan pendakian ke gunung Merapi melalui beberapa jalur yang sudah saya sebutkan di atas. Namun sejak letusan besar Gunung Merapi tahun 2010 maka otomatis jalur Selo-lah yang memungkinkan dilewati oleh para pendaki. Pendakian gunung Merapi cukup terjal dan membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat mencapai puncaknya. Ketepatan perhitungan waktu pendaki menjadi pertimbangan utama bila anda ingin menikmati keindahan Merapi. Kerena jalur Selolah jalur pendakian paling aman maka kami akan sedikit memberikan informasi mengenai pendakian gunung Merapi via Selo Boyolali.

7. Gunung Prau ( 2.565 Mdpl )

Gunung Prau merupakan salah satu gunung Favorit pendaki khususnya di Jawa Tengah. Gunung ini terletak Kawasan dataran Tinggi Dieng dan masuk ke dalam 3 kabupaten sekaligus yakni kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang, serta kabupaten Kendal. Memiliki ketinggian kurang dari 3.00m Mdpl, gunung ini sangat ramah untuk pendaki pemula sekalipun.  Di kawasan Gunung Prau terdapat bukit dengan padang rumput yang sangat indah serta terdapat banyak bunga daisy bermekaran di tempat ini. Beberapa mengidentikkan bukit tersebut sebagai bukit telletubies. 


Gunung Prau memiliki 8 jalur pendakian, yaitu patak banteng, dieng, wates, kalilembu, dwarawati, kenjuran, campurejo, dan pranten, namun hanya jalur via patak banteng dan dieng saja yang sangat populer di telinga pendaki. Di puncak Gunung Prau kita bisa melihat beberapa tempat wisata di Dataran Tinggi Dieng seperti Candi Arjuna, Kawah Sikidang serta telaga warna. Di jalur pendakian , tepatnya jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng kita bisa menemukan beberapa orang yang berjualan makanan di warung-warung yang banyak didirikan sebelum pos 2. 

8. Gunung Rogojembangan ( 2.117 Mdpl )

Gunung Rogojembangan merupakan gunung kecil yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupetan Banjarnegara. Gunung Rogojembangan memiliki ketinggian sekitar 2.117 mdpl. Tercatat, gunung ini memiliki 2 akses pendakian yang bisa kita lalui untuk bisa sampai ke puncaknya. Yang pertama adalah jalur di kecamatan wanayasa Kabupaten Banjarnegara dan Kecamatan Petungkriono Kabupaten Pekalongan. Ada beberapa desa yang mengelilingi kaki gunung ini yaitu: Gumelem, Semego, Balun dan Karang Tengah. Namun jalur pendakian yang paling sering dilalui adalah dari desa Gumelem dan melalui desa Semego. Gunung Rogojembangan memiliki puncak yang berukuran kecil. Di Puncak gunung ini terdapat sumur yang sudah mengering. Tidak ada yang tau pasti asal mula keberadaan sumur ini. 

9. Gunung Ungaran ( 2.050 Mdpl )

Gunung Ungaran yang terletak di Semarang Jawa Tengah ini mungkin tidak setenar gunung-gunung lainnya yang berada di Propinsi Jawa Tengah. Namun tidak ada salahnya jika sesekali kamu melakukan pendakian di gunung ini. Pasalnya selain bisa menikmati keindahan alam, kamu juga akan dimanjakan dengan wisata sejarah yang bisa kamu temui di daerah ini. Sebut saja Candi Gedong, Curug Lawe dan Umbul Sidomukti.


Meskipun memiliki ketinggian tidak sampai 2.500 Mdpl dan jauh lebih rendah dibandingkan dengan Gunung Prau di Wonosobo, jalur pendakian Gunung Ungaran bisa dikatakan lebih sulit. Gunung ini setidaknya memiliki 3 jalur pendakian, yaitu melalui Gedong Songo, Pasar Jimbaran dan Promasan. Dari ketiga jalur tersebut, pendakian melalui Basecamp Mawar merupakan yang paling populer, selain itu Basecamp Mawar dan Promasan merupakan jalur resmi, sedangkan Gedong Songo bukanlah jalur resmi. 

10. Gunung Telomoyo ( 1.894 Mdpl )

Satu lagi Gunung di Jawa Tengah yang memiliki ketinggian kurang dari 2.000 Mdpl dan layak dijadikan tempat pendakianmu. Gunung Telomoyo terletak di perbatasan antara Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. Gunung kecil ini tercatat belum pernah menunjukkan adanya kegiatan aktifitas vulkanik. Berada di antara Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Sumbing dan Ungaran, gunung ini layak untuk dijadikan tempat pendakian, khususnya untuk pendaki pemula sebelum melakukan pendakian ke gunung yang lebih tinggi misalnya Gunung Semeru

Dengan ketinggian hampir sama dengan Gunung Andong, pendaki dimudahkan dengan adanya jalan setapak serta anak tangga sampai ke puncaknya. Alasan dibuatnya tangga sampai ke puncak gunung ini tidak lain karena di kawasan puncak terdapat landasan paralayang serta terdapat stasiun pemancar milik Telkom. Adanya landasan paralayang ini tentunya bisa menjadi spot menarik bagi pendaki atau pengunjung berfoto. Bagiamana tertarik mendaki Gunung Telomoyo ??

11. Gunung Andong ( 1.726 Mdpl )

Gunung Andong meskipun terlihat mungil namun melalui puncaknya kita bisa melihat beberapa puncak gunung di Jawa Tengah maupun gunung di Propinsi Jawa Timur. Ada banyak alasan mengapa kamu harus mendaki gunung ini, salah satunya adalah di kawasan gunung ini terdapat hutan pinus yang masih sangat asri. Selain itu, Gunung Andong juga menawarkan Golden Sunrise yang sangat indah. Saat di puncak Gunung Andong, kita bisa melihat Gunung Merbabu dan Gunung Merapi yang saling berhimpitan.

     
Kamu sebagai pendaki pemula, tidak perlu ragu lagi untuk mendaki Gunung Andong. Di jalur pendakiannya sudah terdapat anak tangga yang dibuat oleh warga sekitarnya. Gunung ini memiliki area camping ground yang cukup luas. Namun sebaiknya kamu perlu menghindari pendakian di akhir pekan atau musim liburan. Pasalnya, di hari-hari khusus seperti akhir pekan, pendaki akan membludak hingga beberapa diantaranya kehabisan tempat untuk ngecamp di area camping ground. 


12. Gunung Muria 1. 602 Mdpl ) 

Gunung Muria terletak di sisi utara Pulau Jawa, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Japara. Gunung ini terkenal dengan adanya beberapa tempat yang konon dulunya digunakan untuk pertapaan. Adanya kesan angker, justru membuat daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang ingin menyinggahi gunung ini. 



Gunung ini memiliki puncak tertinggi yang bernama puncak 29. Untuk bisa sampai ke puncak 29 kita bisa memilih diantara 2 jalur, yaitu melalui Desa Rahtawu di Kabupaten Kudus dan Desa Tempur di Kabupaten Jepara. Dari kedua jalur tersebut, jalur melalui Desa Rahtawu adalah yang paling populer di kalangan pendaki. Di sepanjang jalur ini, pendaki tidak perlu khawatir akan kehabisan air, karena terdapat banyak sungai serta terdapat mata air di Pos 4 yang bernama Sendang Buton.

13. Gunung Rahtawu ( 1.552 Mdpl )

Gunung selanjutnya berada di Kabupaten Jepara. Gunung Rahtawu memiliki ketinggian 1.552 Mdpl. Gunung ini masih sangat alami, dan masih sedikit para pendaki yang menyambangi gunung ini. Selain itu, Gunung Rahtawu terdapat tempat yang memiliki nilai mistis yang cukup tinggi, yakni Puncak Songolikur. Dipuncak Songolikur yang memiliki ketinggian sekitar 1.522 dpl ini dipercaya sebagai pusat kerajaan gaib dalam dunia pewayangan. Puncak Songolikur adalah tempat tertinggi di Gunung Rahtawu, yang dihuni Sang Hyang Wenang, tokoh tertua dalam dunia pewayangan. 

14. Gunung Simembut ( 1.308 Mdpl )

Gunung mungil ini memiliki ketinggian 1,308 mdpl dan berada di Kabupaten Purbalingga berbatasan dengan Kabupaten Pemalang. 

15. Gunung Joho ( 1.303 Mdpl )

Gunung ini berada di Kabupaten Purbalingga

16. Gunung Kumbang ( 1.216 Mdpl )

Gunung Kumbang berada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki jalur pendakian melalui Cisere dusun Salagading Brebes.

17. Gunung Kadaka ( 1.078 Mdpl )

Gunung Kadaka secara administratif berada di Kabupaten Brebes.

Itulah Daftar 17 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah untuk pendakian yang berhasil ruang pendaki rangkum. Nah sekali-kali kamu bisa mencoba mendaki gunung dari beberapa gunung yang sudah kami sebutkan. Jangan lupa untuk melengkapi peralatan pendakianmu dan selalu ingat untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kita. Salam 


0 Response to "Daftar 17 Gunung tertinggi di Jawa Tengah untuk pendakian, lengkap dengan ketinggian dan jalur pendakiannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel