8 fakta dan misteri tentang Gunung Penanggungan Jawa Timur

Gunung Penanggungan yang berada di Mojokerto merupakan salah satu gunung dari puluhan gunung favorit di kalangan pendaki khususnya di wilayah Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian kurang dari 2.000 Mdpl dan memiliki beberapa jalur yang cukup mudah untuk dilalui. Oleh karenanya, gunung ini cocok didaki untuk pendaki pemula sekalipun, sebagai latihan untuk mendaki gunung yang lebih tinggi seperti Gunung Semeru.

8 fakta dan misteri tentang Gunung Penanggungan di Jawa Timur
Suasana di Puncak Pawitra Gunung Penanggungan 


Gunung Penanggungan memiliki ketinggian 1.653 MDPL dan bertipe Stratovolcano. Gunung ini memiliki beberapa macam vegetasi di bagian lerengnya berupa hutan mahoni, hutan akar serta ditumbuhi banyak pohon sapling. Mendekati puncak gunung kita akan menemukan area sabana dengan tumbuhan rumput gajah yang cukup luas. Gunung ini juga menyimpan kekayaan fauna seperti spesies monyet, serta elang jawa atau biasa orang menyebutnya sebagai burung alap-alap.

Sama seperti gunung lainnya di Indonesia, keberadaan Gunung Penanggungan tidak lepas dari adanya mitos dan cerita misteri yang berkembang di masyarakat pada umumnya. Keberadaan Gunung Penanggungan sering dikaitkan dengan keberadaan Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Mau tau apa saja mitos dan misteri tentang Gunung Penanggungan ?? Kali ini Ruang Pendaki telah merangkumnya ke dalam 8 Fakta dan Misteri Gunung Penanggungan Jawa Timur   


1. Mitos keberadaan Gunung Penanggungan yang merupakan bagian dari Gunung Semeru.

Mitos yang berkembang di masyarakat mengenai Gunung ini adalah, gunung Penanggungan merupakan potongan dari Gunung Semeru yang berada di Lumajang. Diceritakan pada zaman dahulu, Pulau Jawa merupakan pulau yang sering terombang-ambing oleh gelombang laut. Oleh karena itu, guna menstabilkannya, maka para dewa di kayangan berinisiatif untuk memakukan Pulau Jawa di atas bumi dengan cara mencabut Gunung Meru yang berada di India serta memakukannya di Pulau Jawa. Dewa Wisnu yang menjelma menjadi kura-kura raksasa kemudian memindahkan Gunung Meru dengan bantuan Dewa Brahma. Gunung Meru"pun di tempatkan di Jawa Timur. Namun hal itu juga belum bisa membuat pulau ini menjadi stabil karena posisi Pulau Jawa masih saja miring. Oleh karenanya Gunung Merupun dipotong dan sisa potongan tersebut diletakkan di sisi barat daya yang kita kenal sekarang dengan Gunung Penanggungan.  



2. Dahulu Gunung Penanggungan sering disebut dengan Gunung Pawitra

Pada zaman dahulu Gunung Penanggungan juga disebut sebagai Gunung Pawitra. Hal tersebut dikarenakan bentuk gunung yang mengerucut di puncaknya dan di sebelah kanan kirinya terdapat gunung kecil. Karena bentuk dasar itulah Gunung Penanggungan diidentikkan dengan bentuk seorang perwira atau pawitra. Saat ini nama Pawitra digunakan untuk menamai puncak dari Gunung Penanggungan itu sendiri yakni puncak Pawitra yang berada di ketinggian 1.653 mdpl. 


3. Adanya jalan Kuno yang melingkar di Gunung Penanggungan

Dilansi dari Beritagar.id terdapat jalan kuno di sekitar Gunung Penanggungan sampai ke puncaknya. Jalan tersebut ditengarai merupakan jalan kereta kuda yang sering dilalui di masa kerajaan Majapahit. Hal ini menambah nilai sejarah Gunung Penanggungan sendiri, dimana di sekitar area Gunung Penanggungan banyak peninggalan sejarah dan masih dimungkinkan banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang belum digali sampai saat ini.    


4. Tidak ada sumber air di jalur pendakiannya

Ketersediaan sumber air merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pendakian gunung. Oleh karenanya apabila tidak ada sumber air sama sekali, maka pendaki gunung harus bisa memperkirakan air yang dibawanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan berangkat dan pulang. Di jalur pendakian Gunung Penanggungan menurut beberapa sumber yang ada tidak terdapat mata air yang bisa kita manfaatkan.


5. Gunung Penanggungan setidaknya memiliki 5 jalur pendakian.

Fakta Gunung Penanggungan selanjutnya adalah, untuk sampai ke puncak Gunung Penanggungan kita bisa melewati salah satu dari kelima jalur pendakian yang ada. Terdapat 5 jalur untuk ke puncak dengan karakteristik dan kesulitan yang berbeda. Kelima jalur pendakian tersebut adalah jalur Jolotundo, jalur Tamiajeng, jalur pendakian via Ngoro, jalur pendakian via Kedungudi serta jalur pendakian via Wonosunyo atau jalur timur. Dari kesekian jalur pendakian yang ada, yang paling banyak dilalui oleh pendaki adalah jalur pendakian via Tamiajeng serta jalur Jolotundo.     


6. Gunung yang kaya akan peninggalan sejarah 

Gunung Pananggungan merupakan suatu kawasan yang terkenal kaya akan situs peninggalan sejarah. Tercatat sudah ada 81 situs candi dan 50 situs punden berundak yang ditemukan di gunung yang memiliki tinggi 1659 meter di atas permukaan laut ini. Beberapa situs yang terkenal diantaranya adalah Petirtaan Jolotundo yang dibangun abad ke-10, Candi Gentong, Candi Sinta dan Candi Putri. Gunung Penanggungan diperkirakan menjadi pusat pemujaan (suci) pada abad ke-10 hingga 16 M. Beberapa peninggalan sejarah lainnya adalah : Gapura Jedong yang berasal dari tahun 926 Masehi, situs Belahan berupa gapura dan pemandian kuno, Candi Kendalisodo, Candi Merak, Candi Yudha, Candi Pandawa, Candi Selokelir, dan masih banyak lagi. Dimungkinkan masih banyak peninggalan-peninggalan lainnya yang belum bisa ditemukan karena lokasinya berada di lereng-lereng gunung yang sulit dijangkau atau masih terkubur di dalam tanah.


7. Cerita misteri tentang adanya altar kuno di puncak Gunung Penanggungan

Puncak Gunung Penanggungan memang menyimpan misteri. Masyarakat percaya bahwa di puncak Gunung Penanggungan atau kita mengenalnya sebagai puncak Pawitra terdapat sebuah altar kuno yang dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan dan meletakkan sesaji. Hal itu sering dikaitkan dengan adanya awan putih yang seringkali menyelimuti bagian puncaknya. Keberadaan awan putih tersebut sering tidak disadari oleh pendaki. Namun sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan tentang altar kuno seperti banyak  yang diceritakan.

8. Gunung Penanggungan dikelilingi oleh 4 gunung kecil

Dilihat dari berbagai penjuru, Gunung Penanggungan tidak ubahnya sebuah induk gunung yang dikelilingi oleh 4 gunung kecil. Gunung-gunung yang mengelilingi Gunung Penanggungan ialah Gunung atau Bukit Bekel ( 1.293 mdpl ), Gunung Gajah Mungkur (1.084 m), Sarah Klopo (1.235 m), dan yang terakhir adalah Gunung Kemuncup (1.238 m).


Itulah 8 fakta dan misteri tentang Gunung Penanggungan di Jawa Timur yang berhasil kami rangkum. Adanya mitos dan cerita misteri yang berkembang di masyarakat menandakan kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang kaya akan sejarah dan adat istiadat. Tetap jaga warisan alam, warisan budaya dari leluhur kita. Salam lestari. 

0 Response to "8 fakta dan misteri tentang Gunung Penanggungan Jawa Timur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel