15 fakta dan misteri gunung semeru, no 10 belum banyak yang mengetahuinya

Ruang Pendaki. Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur selain dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa juga dikenal sebagai gunung yang penuh dengan misteri. Memang, tidak hanya di gunung Semeru saja terdapat mitos dan cerita misteri. Hampir sebagian besar gunung di Indonesia mempunyai mitos ataupun cerita misteri yang berkembang baik itu di masyarakat setempat maupun di kalangan pendaki gunung. Namun demikian, agaknya dengan banyaknya cerita misteri yang ada, tidak menyurutkan niat para pendaki untuk tetap melakukan pendakian, menyambangi setiap jengkal keindahan alam yang tersimpan di dalamnya.

 misteri gunung semeru


Gunung Semeru memiliki beberapa tempat-tempat yang dianggap sakral baik oleh kalangan masyarakat maupun kalangan pendaki. Masing-masing di setiap tempat di gunung Semeru memiliki cerita mistis. Gunung yang  menjadi tempat meninggalnya salah satu tokoh Mapala Indonesia, yakni Soe Hok Gie ini memiliki sebuah kawasan yang bernama blank 75. Konon di area ini, banyak pendaki yang tersesat dan mengalami banyak kecelakaan. Selain itu banyak juga cerita-cerita di kalangan pendaki yang mengalami “gangguan “ selama melakukan pendakian, menyebabkan gunung ini dikenal sebagai gunung yang angker. Selain memiliki mitos ataupun cerita misteri, gunung Semeru juga mempunyai fakta unik lainnya. Berikut ini Ruang Pendaki akan sedikit membahas mengenai fakta dan misteri Gunung Semeru yang mungkin saja belum anda ketahui sebelumya. Berikut 15 fakta dan misteri gunung Semeru versi Ruang Pendaki :

1. Misteri tentang asal usul gunung Semeru

Asal-usul gunung Semeru tidak lepas dari kepercayaan masyarakat pulau Jawa, dalam hal ini mengacu pada kitab kuna dari abad ke-15. Menurut cerita yang berkembang. Pada zaman dahulu pulau Jawa adalah sebuah pulau yang seringkali terombang-ambing di atas lautan luas. Oleh karena seringkali pulau ini berguncang, maka dewa-dewa di Kayangan berinisiatif untuk memaku pulau ini di atas lempeng bumi dengan cara mencabut salah satu gunung yang berada di India yakni gunung Meru dan memindahkannya di atas pulau Jawa.

 misteri gunung semeru
sumber : ig baim57 


Dalam hal ini yang bertugas memindahkan adalah Dewa Wisnu. Konon Dewa Wisnu menjelma menjadi kura-kura raksasa dan membawa gunung Meru ke bagian atas cangkangnya. Agar gunung ini tidak jatuh maka Dewa Wisnu dibantu oleh Dewa lainnya yakni Dewa Brahma. Dewa Brahma merubah diri menjadi ular raksasa dan melilitkan badannya pada cangkang kura-kura raksasa yang notabene adalah dewa Wisnu itu sendiri. Dalam perjalanannya dari India, dewa - dewa yang membawa gunung Semeru meletakkan gunung Semeru di tempat yang mereka temui yakni di Jawa Barat.  Akibat tidak ditempatkan pada tempat yang tepat, mengakibatkan ujung Timur Pulau Jawa terangkat. Oleh para dewa Gunung Meru’pun dipindahkan ke sisi pulau Jawa Bagian Timur. Saat memindahkan gunung Meru, banyak serpihan gunung ini yang jatuh ke bumi dan menyebabkan terbentuknya gunung baru yang memanjang dari Barat ke Timur.

Akhirnya oleh para Dewa gunung Meru ditempatkan di Jawa Timur. Namun meskipun sudah dipindahkan di Jawa Timur, tidak lantas membuat Pulau Jawa menjadi lebih stabil. Dengan menempatkan gunung Meru di Jawa Timur pulau Jawa masih saja miring. Oleh karenanya, para dewa akhirnya memotong bagian dari gunung Meru dan menempatkannya di bagian barat laut. Gunung hasil potongan dari gunung Meru ini kita kenal sebagai gunung Penangguhan. 

2. Pendaki pertama adalah orang berkebangsaan Belanda

Keindahan dan kekayaan flora fauna di gunung Semeru ternyata sudah dikenal sejak jaman penjajah kolonial. Usaha untuk melakukan pendakian ke puncak gunung Semeru sudah dilakukan pada saat itu dan tercatat menjadi pendakian pertama. Adalah Clignet ( 1838 ) dan Winny Brigita, dua orang kebangsaan Belanda yang berhasil mendaki gunung Semeru. Clignet sendiri adalah seorang ahli Geologi dan melakukan pendakian melalui sisi sebelah barat daya Gunung Semeru yakni melalui Widodaren. Selain Clignet ahli botani berkebangsaan Belanda lainnya yang bernama Junhuhn tercatat melakukan pendakian pada tahun 1945. 

3. Terdapat area blank 75 yang sering menyesatkan pendaki

area blank 75 yang menyesatkan pendaki
area blank 75 yang menyesatkan pendaki


Bagi kamu yang hendak mendaki gunung Semeru, tentu kamu harus mengetahui sedikit tentang area blank 75 ini. Dalam melakukan pendakian ke Gunung Semeru, pihak pengelola memang menghimbau agar pendaki hanya mendaki sampai dengan daerah Kalimati saja. Namun meski sudah dihimbau, masih saja ada banyak pendaki yang nekat melakukan pendakian sampai ke puncak gunung Semeru. Ada banyak alasan mengapa pendaki hanya dianjurkan melakukan pendakian sampai dengan kalimati saja. Selain bahaya gas beracun dari kawah Jonggring Saloka, ada bahaya lain yang mengancam keselamatan pendaki yakni bahaya tersesat di area blank 75. Area blank 75 atau seringkali disebut dengan area tengkorak adalah area berupa jurang dengan kedalaman kurang lebih 75 meter.


Tidak terhitung lagi berapa banyak pendaki yang tersesat di area ini dikarenakan mereka lengah ketika turun gunung dan mengambil sisi kanan karena memang jalur tersebut lebih landai padahal menyesatkan. Dilihat dari topologinya zona ini memang terdiri dari lereng berpasir sehingga acapkali pendaki menyangka bahwa area ini adalah jalan turun padahal ujungnya adalah jurang yang sangat dalam. Sudah ada beberapa pendaki yang meninggal di dasar jurang ini, ada pula yang selamat ketika ditemukan. Oleh karenanya pendaki wajib berhati-hati dan jangan sampai salah jalur ketika menuruni puncak Gunung Semeru. Setelah turun dari puncak ada dua rute percabangan, Blank 75 berada di sebelah sisi timur atau di sebelah kanan, sedangkan jalur yang benar adalah belok ke arah barat laut.

4. Bunga yang berada di Oro-oro ombo bukanlah bunga Lavender


oro oro ombo
Banyak yang belum tahu bahwa bunga yang berada di oro oro ombo bukakanlah
bunga lavender

Selama ini banyak pendaki yang masih saja mengira bahwa bunga yang banyak ditemukan di oro-oro ombo adalah bunga lavender. Namun siapa yang menyangka bahwa bunga yang berwarna keungu-unguan dan banyak ditemukan di beberapa titik gunung Semeru tersebut sebenarnya bukanlah bunga lavender. Bunga tersebut bernama bunga Verbena. Bunga Verbena merupakan tumbuhan yang memiliki sifat invasif dan cenderung merusak ekosistem sekitarnya. Oleh karenanya pihak TNBS Gunung Semeru tidak melarang para pendaki bila ingin mencabut atau membawa turun bunga tersebut. 

5. Masih soal bunga Verbena, bunga ini diduga dibawa pada jaman kolonialisme

Bunga Verbena yang banyak dijumpai di kawasan Oro-Oro Ombo diduga masuk ke Taman Nasional Gunung Semeru pada Zaman Kolonialisme Belanda. Dalam buku Flora pegunungan karya Van Steenis, pada masa kolonialisme Belanda di daerah Pasuruan tepatnya di daerah Nongkojajar hidup seorang ahli Botani berkewarganegaraan Belanda yang seringkali mendatangkan berbagai jenis bunga dari luar negeri termasuk bunga Verbena yang memiliki nama latin Verbena Brasiliensis. Kemungkinan bunga ini masuk ke Taman Nasional Gunung Semeru akibat campur tangan manusia dan menyebar dengan cepat karena penyebarannya melalui biji yang dengan mudah tertiup angin. Oleh TNBS bunga ini pernah ingin dimusnahkan karena dikawatirkan jika lama dibiarkan tumbuh maka dapat merusak ekosistem yang ada. Namun hal itu tidak dilakukan mengingat biji verbena yang menjadi media berkembang biak dikhawatirkan akan menyebar dengan cepat dan tercecer ketika aksi pemusnahan. Bunga Verbena sendiri merupakan bunga yang berasal dari negara Amerika bagian Selatan.


6. Mitos Gunung Semeru tentang tanjakan Cinta

Tanjakan cinta Gunung Semeru
Tanjakan cinta Gunung Semeru

Mungkin pembaca sudah banyak yang mengetahui mitos tentang tanjakan cinta di Gunung Semeru. Bagi yang belum mengetahui tentang mitos tentang tanjakan Cinta, mitos yang berkembang di kalangan pendaki gunung adalah, bahwa jika seseorang melewati tanjakan cinta tanpa sedikitpun menoleh ke belakang maka segala keinginannya bisa terwujud, namun kebalikannya apabila seorang menoleh ke belakang saat melewati tanjakan cinta maka apa yang menjadi keinginannya susah terwujud atau bahkan tidak akan pernah terwujud. Tanjakan cinta sendiri letaknya tidak jauh dari Danau Ranukumbolo, tepatnya di sisi barat Ranukumbolo. Di sisi barat danau ini terdapat bukit yang tinggi menjulang serta memiliki tanjakan curam dan cukup Panjang. Bila dilihat dari bawah, memang bukit ini memiliki bentuk hati dan terdapat jalan di bagian tengahnya. Beberapa sumber bahkan menyebutkan, bila kita melewati tanjakan ini sambal membayangkan pribadi yang kita cintai, maka kita akan hidup bahagia dengannya. Percaya dengan mitos tersebut ??

7. Masih soal tanjakan cinta, ternyata terdapat cerita pilu di tempat ini

Bila sebagian orang beranggapan bahwa asal muasal tanjakan cinta berasal dari bentuk kedua bukit yang mengapit membentuk lambang hati, maka beberapa sumber menyebutkan bahwa asal mula tanjakan ini dinamakan tanjakan cinta karena di tempat ini terjadi tragedi yang menimpa dua sedjoli pasangan pendaki. Diceritakan terdapat sepasang pendaki sudah bertunangan mendaki gunung Semeru. Saat melewati tanjakan ini, tiba tiba pendaki perempuan kelelahan lalu pingsan dan terguling dan akhirnya tewas. Pendaki laki-laki yang pada saat itu sedang mengabadikan gambar tidak menyadari bahwa pasangannya terjatuh dan beberapa saat mendapatinya sudah tiada. Karena tragedi itulah tempat itu disebut sebagai tanjakan cinta. Benar atau salah cerita tersebut, kenyataannya tanjakan cinta memang menawarkan keindahan yang luar biasa. Dari atas bukit, kita bisa melihat keindahan danau ranukumbolo yang sangat tenang dan memancarkan pantulan sinar matahari saat senja tiba.

8. Misteri adanya ikan mas di danau Ranukumbolo

Dananu Ranukumbolo

Sama seperti mitos yang berkembang di kawasan Gunung Rinjani terutama di danau segara anakan. Di danau Ranukumbolo terdapat cerita mistis tentang adanya ikan mas yang seringkali dijumpai oleh pendaki yang kebetulan bermalam di tempat ini. Adanya ikan mas di danau ini dipercaya sebagai jelmaan dari dayang-dayang penunggu danau. Pendaki percaya bahwa dengan menangkap ikan tersebut akan membawa malapetaka tersendiri, oleh karenanya dihimbau agar tidak menangkap atau melukai ikan tersebut apabila tidak ingin petaka menghampri diri  kita.

9. Ranukumbolo Gunung Semeru yang kini banyak sampah

Sampah memang menjadi masalah yang serius di abad ini. Tidak hanya di kawasan pemukiman penduduk saja melainkan juga di kawasan Taman Nasional Gunung Semeru. Keindahan alam di Gunung Semeru terutama di kawasan danau Ranukumbolo terancam rusak oleh tumpukan sampah yang dibawa oleh para pendaki. Tumpukan tabung gas portable, kantung plastik bungkus mie instan kini  merusak keindahan Ranukumbolo. Hal ini dikarenakan di tempat ini menjadi tempat favorit bagi para pendaki bermalam serta mendirikan tenda.



Dilansir dari BBC Indonesia setidaknya bila dirata-rata setiap pendaki setidaknya membuang 0,5 kilogram sampah ketika mengunjungi kawasan gunung Semeru. Padahal tiap harinya tercatat terdapat kurang lebih 200-250 yang menyambangi gunung ini. Jadi sampah yang ada di Gunung Semeru bertambah 100 – 200 kg setiap harinya. Sampah akan bertambah jika musim pendakian tiba atau musim kemarau. Hal itu menunjukkan masih rendahnya kesadaran pendaki gunung dalam menjaga kelestarian lingkungan.

10. Masih sedikit yang mengatahui, jarak ranupani sampai puncak Semeru berkisar 20 KM

Kamu mau mendaki Gunung Semeru ? Jika iya setidaknya kamu harus menempuh jarak berkisar 20 KM terlebih dahulu untuk bisa mencapai puncaknya. Jarak tersebut terhitung dari kawasan Ranupani sampai puncak Mahameru. Tentu hal ini bukan hal yang mudah, mengingat jalur yang dilewati bukanlah track horizontal melainkan track dengan kemiringan ditambah dengan beban carrier yang harus kita bawa selama berhari-hari lamanya. Rata-rata pendaki memerlukan waktu 3 hari 2 malam lamanya untuk bisa ke puncak Mahameru.

11. Gunung Semeru total memiliki 6 danau

Ranukumbolo
Ranukumbolo, salah satu danau terindah
di kawasan Gunung Semeru
sumber : ig caswanassegaf

Danau Ranukumbolo sangat begitu popular di kalangan pendaki gunung, namun masih sedikit yang mengetahui bahwa gunung Semeru setidaknya memiliki 6 danau yang tersebar di beberapa area. Danau-danau yang berada di kawasan Gunung Semeru diantaranya : Danau Ranu pane, Ranu Regulo, danau Ranu Tompe, Ranu Darungan, Ranu Kuning dan danau Ranukubolo itu sendiri. Dari keenam danau yang berada di Gunung Semeru, dua diantaranya belum terjamah oleh manusia, danau tersebut bernama danau Ranu Tompe dan Ranu Kuning. Kedua danau ini hanya terlihat dari citra foto satelit.

12. Misteri tentang kisah Mbah Dipo yang dipercaya sebagai juru kunci Gunung Semeru

Setiap gunung di Indonesia khususnya di tanah Jawa, umumnya mempunyai seorang Juru kunci. Juru kunci adalah seseorang yang dipercaya bisa mengerti tentang fenomena alam yang terjadi serta bisa memprediksi tentang kapan gunung itu akan meletus ataupun akan adanya bencana yang akan datang. Juru kunci juga dipercaya dapat menerima pesan dari alam lain di luar alam manusia ini agar keseimbangan kosmik antara manusia, alam sekitar dan “ dunia lain “ dapat hidup berdampingan secara harmonis. Jika di Gunung Merapi kita mengenal Alm. Mbah Marijan sebagai juru kunci Gunung Merapi maka Gunung Semeru memiliki Mbah Dipo sebagai juru kuncinya. Namun Mbah Dipo ini saat ini sudah meninggal dunia. Pesannya yang dikenal sampai sekarang adalah, jika ingin selamat ketika Gunung Semeru Meletus maka dihimbau kita pergi ke arah sungai bukan ke arah Gunung Sawur. Bagaimana ?? percaya degan mitos ini??     

13. Misteri tentang adanya dua patung prajurit yang diberi nama Arcopodo

Bagi pendaki yang pernah sampai ke puncak Mahameru pasti akan melewati pos arcopodo. Area di Arcopodo merupakan area yang cukup luas terutama bagi para pendaki untuk sekedar beristirahat sambil melepaskan lelah karena perjalanan yang masih Panjang. Arcopodo berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang berarti tempat atau arca kembar. Beberapa sumber menyebutkan bahwa sepasang patung yang berada di ketinggian 3.002 mdpl tersebut merupakan gambaran prajurit majapahit. Ada pula yang beranggapan salah satu dari kedua patung yang kini sudah tidak utuh lagi karena kepala arca tersebut terpotong merupakan gambaran dari Bima yang merupakan perwujudan dari Dewa Siwa sebagai simbol penolak bala. Patung ini menghadap ke utara yakni menghadap ke arah puncak gunung Semeru itu sendiri yakni Mahameru. Beberapa pendaki yang pernah melihat patung ini mengaku melihatnya dalam posisi berdiri, namun ada pula yang mengaku melihatnya dalam posisi duduk bersila. Karena dibumbui cerita-cerita misteri, maka tidak menutup kemungkinan patung ini menjadi incaran para kolektor barang antik.

14. Misteri tentang Gunung Semeru yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para Dewa


Gunung Semeru merupakan gunung yang disakralkan. Bagi masyarakat Hindu, mulai jaman kerajaan hingga saat ini, gunung ini dikenal sebagai tempat bersemayamnya para Dewa. Bagian utama dari gunung ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa. Bagian ini dikenal sebagai gunung Mahameru. Dewa Siwa inilah yang konon memenggal Gunung Meru di India menggunakan Trisulanya dan memindahkanya di Pulau Jawa agar dunia normal kembali dan tidak terjadi bencana dimana-mana. Masyarakat suku Tengger di daerah Senduro bahkan mendirikan pura untuk menghormati dewa-dewa yang bersemayam di gunung Semeru yang diberi nama Pura Mandhara Giri Semeru Agung. 

15. Misteri Sosok wanita penunggu danau Ranukumbolo

Danau Ranukumbolo yang cantik dan acapkali digunakan oleh para pendaki untuk melepas lelah, selain memiliki cerita misteri tentang ikan mas juga memiliki cerita misteri tentang sosok hantu wanita atau sosok gaib yang menjadi penunggu danau ini. Diceritakan bahwa saat tengah malam tiba-tiba muncul cahaya berwarna orange di tengah-tengah danau ini, dan berubah menjadi sosok wanita. Sosok wanita yang menggunakan kebaya ini dipercaya seringkali muncul ketika bulan purnama tiba, dimana sinar dari rembulan menghiasi sekitaran danau ranukumbolo.

Itulah tadi 15 Fakta dan misteri Gunung Semeru yang berhasil Ruang Pendaki rangkum. Mitos dan cerita misteri yang berkembang di masyarakat dan di kalangan pendaki gunung, menandakan bahwa kita hidup di dalam masyarakat yang kaya akan adat, budaya serta kebiasaan. Sudah sepantasnya kita mengerti tentang kebiasaan-kebiasaan di tempat lain, tempat yang kita kunjungi. Semoga artikel ini bermanfaat, salam lesatari. 

   

0 Response to "15 fakta dan misteri gunung semeru, no 10 belum banyak yang mengetahuinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel