8 fakta dan mitos mengenai segara anak gunung rinjani

Segara anak Gunung Rinjani. Segara anak merupakan sebuah danau yang menjadi kawah di Gunung Rinjani di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Adanya danau di atas gunung ini menambah keindahan Gunung Rinjani dan seakan menghipnotis siapa saja yang melihatnya untuk berhenti sejenak sembari menikmati panorama alam yang disuguhkan oleh bumi Nusa Tenggara ini. Segara anak seringkali menjadi tujuan para pendaki gunung yang sengaja mendaki gunung Rinjani. Memang tidak mudah bagi para pendaki untuk dapat mencapai Segara Anak, perjalanan yang cukup jauh dengan medan yang tentu sullit untuk kamu taklukkan harus kamu lewati. Namun semuanya akan terbayar lunas bila kita sudah sampai di Segara Anak gunung Rinjani  

fakta dan mitos mengenai segara anak
segara anak sumber : Ig Ahmaddilhamkubro


Keberadaan danau di atas gunung memang tidaklah lazim. Keberadaan Segara Anak pun tidak lepas dari mitos yang beredar di masyarakat suku Sasak, suku asli pulau Lombok. Apa saja fakta dan mitos mengenai Segara Anak ?? Berikut ini Beberapa hal mengenai segara anak berhasil Ruang Pendaki rangkum : 

1. Memiliki luas 11.000.000 meter dan mempunyai kedalaman 230 meter.

Bisa kamu bayangkan ?? Danau di atas gunung yang mempunyai area yang sangat luas dan memiliki kedalaman dibawah 200 meter !!!. Dengan area yang begitu luas maka tidak heran bahwa danau Segara Anak dihuni oleh beberapa jenis spesies ikan.  Beberapa ikan yang hidup di danau ini adalah jenis ikan mas dan ikan mujahir. Adanya ikan di segara anak tidak dilewatkan begitu saja oleh para pendaki. Banyak pendaki yang sengaja membawa kail untuk memancing di danau Segara Anak dan camping di bagian tepinya. 

2. Merupakan danau no 7 tertinggi di Indonesia. 

Dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut menempatkan danau Segara Anak menjadi danau tertinggi no 7 Indonesia. Danau tertinggi pertama adalah Danau Habema ( 3321 Mdpl ) di Pegunungan Trikora Papua, kedua adalah Danau Kumbang ( 2702  Mdpl ) yang terletak di Gunung Masurai Propinsi Jambi, ketiga adalah Danau Ranukumbolo ( 2469 Mdpl ) di Gunung Semeru, keempat adalah Danau Ranu Regula ( 2256 Mdpl ) di kaki Gunung Semeru, kelima adalah Danau Tage ( 2192 Mdpl ) di  Kabupaten Paniai Papua, keenam adalah Danau Ranupani ( 2102 Mdpl ) di kaki Semeru dan yang terakhir adalah danau Segara Anak di Gunung Rinjani.


3. Terbentuk karena ledakan besar. 

Indonesia terkenal sebagai negara yang mempunyai banyak gunung berapi dan mempunyai letusan hebat di masa lalu. Sebut saja letusan gunung Tambora atau gunung Krakatau yang dampaknya mengakibatkan perubahan iklim di bumi. Terbentuknya Danau Segara Anak juga diakibatkan karena letusan atau aktivitas vulcanik pada zaman dahulu. Diperkirakan pada tahun 1257 Gunung Samalas ( Nama lain dari Gunung Rinjani ) pernah mengalami letusan yang serupa. Akibat letusan ini gunung Rinjani hanya menyisakan setengah bagian dari gunung itu sendiri dan menciptakan sebuah kaldera besar yang lama kelamaan terisi air dan kita kenal sebagai Danau Segara Anak Gunung Rinjani.


4. Memiliki mitos yang unik

Sama seperti tempat-tempat lain yang berada di wilayah negara Indonesia. Keberadaan Segara Anak tidak lepas dari mitos yang berkembang di masyarakat maupun di kalangan pendaki gunung. Mitos unik yang berkembang di Segara Anak diantara jika seorang memandang Segara Anak tampak luas dari kejauhan maka dia akan diberikan umur yang panjang. Sebaliknya, apabila dia melihat Segara Anak tampak sempit, dia akan berumur pendek. Bagaiamana menurutmu ?? Apa kamu mempercayainya ??

5. Terdapat gunung baru yakni gunung Bajusari.

Jika rekan-rekan mendaki Gunung Rinjani dan berkesempatan mengunjungi Segara Anak, rekan-rekan dapat melihat sebuah gunung kecil yang berada di seberang danau. Nama gunung tersebut ialah Gunung Bajusari. Masyarakat percaya bahwa Gunung Bajusari adalah pusat dari gunung Rinjani. Selain itu, kepercayaan lainnya adalah, apabila Gunung Bajusari meletus dan menunjukkan aktifitas vulcanik, masyarakat percaya bahwa arwah penunggu Gunung Rinjani sedang marah.

6. Kamu harus melakukan perjalanan selama 7 jam untuk bisa sampai kesana 

Untuk bisa menikmati keindahan Segara Anak tentu saja kita harus melakukan perjalanan yang cukup menguras tenaga dan menghabiskan banyak waktu. Setidaknya kita harus melakukan perrjalanan 7-10 jam untuk bisa sampai ke Segara Anak dari arah Senaru. Jalur yang dilewati pun sangat beragam dengan beraneka ragam pula vegetasi yang bisa kamu temui.

7. Upacara adat di Segara Anak

Di Segara Anak seringkali dilakukan upacara-upacara suci seperti upacara suci Wettu Telu yang bertujuan menghormati Dewi Anjani, dewi penunggu Gunung Rinjani. Selain itu juga ada upacara Mulang Pakelem, upacara adat yang meminta turunnya hujan dengan cara memberikan sesaji, menyembelih hewan kurban dan melemparkan emas yang berbentuk ikan ke arah tengah Segara Anak.  Oleh karenanya beberapa orang percaya bahwa pada bagian dasar Segara Anak terdapat emas yang berbentuk ikan. Bahkan diceritakan ada orang yang pernah mencoba mengambil emas-emas tersebut namun gagal.

8. Memakan beberapa korban

Saat berada di Segara Anak, kita memang diperbolehkan untuk memancing ikan namun kita dihimbau untuk tidak berenang disana. Entah karena dasar apa beberapa pendaki nekat dengan menghiraukan larangan tersebut dengan berenang disana. Akibatnya tercatat beberapa pendaki harus kehilangan nyawa di tempat ini, seperti pendaki asal Jepang yang tenggelam dan sampai saat ini belum diketemukan. Adapula pendaki yang berasal dari negara Kanada yang hampir saja kehilangan nyawanya akibat berenang dan tiba-tiba ada yang menariknya dari arah dasar danau. Kabar duka terakhir adalah pendaki yang berasal dari Bali yang kehilangan nyawanya setelah tenggelam di danau yang memiliki ketinggian  2102 Mdpl ini.

Itulah tadi 8 fakta, mitos dan misteri Segara Anak yang berada di Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat. Sebagai penggiat alam, kita harus bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian-kejadian yang telah terjadi. Tetap mawas diri, tidak gegabah dan tetap menghargai adat istiadat setempat. Karena " Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung ".

0 Response to "8 fakta dan mitos mengenai segara anak gunung rinjani "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel